Sosialisasi PENGHARGAAN ENERGI 2016 pada Seminar dan Pameran Satu Dasawarsa ADPESDM PDF Print E-mail

“Berawal dari blusukan yang dilakukan Menteri ESDM saat itu, Darwin Zahedy Saleh pada tahun 2010 ke Desa Cikatomas, beliau merasa perlu untuk memberikan apresiasi kepada masyarakat atas prestasi istimewa dalam pengelolaan energi melalui konservasi dan diversifikasi energi serta budaya hemat energi, sehingga sejak tahun 2011 Kementerian ESDM melalui Badan Litbang ESDM menyelenggarakan Penganugerahan Penghargaan Energi,” demikian disampaikan Kepala P3TKEBTKE, Adhi Wibowo dalam Seminar dan Pameran Sektor ESDM “Satu Dasawarsa Asosiasi Dinas Pengelola ESDM Provinsi se Indonesia” di Balai Kartini, Jakarta pada Selasa (26/4/2016).

 

Penyelenggaraan Penghargaan Energi ke-6 Tahun 2016 ini merupakan upaya Kementerian ESDM dalam memberikan penghargaan di bidang energi kepada pemangku kepentingan yang secara nyata telah berkarya dalam menciptakan inovasi dan pengembangan teknologi sektor ESDM secara berkesinambungan, menginspirasi  masyarakat  untuk menggunakan energi terbarukan dan mewujudkan budaya hemat energi, serta mendorong pemangku kepentingan dalam pengembangan dan pemanfaatan energi. Hal ini penting dilakukan dalam rangka pencapaian ketahanan energi nasional dalam mewujudkan rasio elektrifikasi 100% dan penggunaan energi baru terbarukan dalam bauran energi tahun 2025 sebesar 23%.

 

“Untuk mencapai ketahanan energi nasional, kita harus optimis dalam menghadapi tantangan sektor ESDM dengan semangat dan kerja keras demi kepentingan rakyat dan negara, untuk itu Kementerian ESDM telah menetapkan sembilan program strategis dalam rumah kedaulatan energi dan sumber daya mineral, yaitu 1) perbaikan penggunaan energi baru terbarukan dalam bauran energi, 2) pembudayaan konservasi energi, 3) eksplorasi migas secara agresif, 4) peningkatan produksi dan lifting migas, 5) pembangunan infrastruktur migas, 6) pembangunan pembangkit 35.000 MW, 7) pembangunan industri penunjang sektor energi, 8) hilirisasi industri mineral dan batubara, dan 9) konsolidasi industri tambang. Untuk mencapai program sinergis tersebut, diperlukan upaya perbaikan melalui sinergi dan penguatan kelembagaan,” kata Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Lingkungan Hidup dan Tata Ruang, Yun Yunus Kusumahbrata dalam sambutannya.

 

Fokus Kementerian ESDM ke depan adalah menjadikan energi baru terbarukan sebagai arus utama dalam pembangunan infrastruktur energi. Hal ini mengikuti program Nawacita Presiden Jokowi, bahwa pembangunan infrastruktur difokuskan pada pulau terluar terdepan, dan terpencil Indonesia. Salah satu langkahnya adalah dengan meluncurkan Program Indonesia Terang pada tahun 2016 ini dengan prioritas sasaran sebesar 10.300 desa pada enam provinsi di wilayah Indonesia timur.

 

Upaya-upaya implementasi program Kementerian ESDM tidak akan berjalan tanpa dukungan pemerintah daerah, untuk itu perlu dukungan koordinasi yang aktif dan kontinu antara Kementerian ESDM dengan Pemerintah Daerah, dalam hal ini Dinas Pengelola ESDM sehingga setiap program dapat terlaksana dengan baik dan efisien dari tingkat pusat hingga daerah dan tidak tumpang tindih.

 

Yun Yunus berharap bahwa “Penyelenggaraan forum ini dapat membantu memberikan masukan dan evaluasi yang lebih faktual terkait pengelolaan sektor energi dan sumber daya mineral kepada pemerintah pusat khususnya Kementerian ESDM.”

Peserta Seminar dan Pameran Sektor ESDM

 

Melalui penyelenggaraan Penghargaan Energi ini, Kementerian ESDM berusaha melakukan koordinasi dan updating pengembangan dan pemanfaatan energi suatu kawasan, khususnya energi baru terbarukan sehingga kedaulatan energi nasional tercapai. Manfaat yang diperoleh bagi para penerima Penghargaan Energi, baik untuk perorangan, kelompok masyarakat, pemerintah pusat/daerah, maupun perusahaan antara lain adalah terbukanya akses komunikasi dengan stakeholders dan peningkatan kepercayaan dari masyarakat sehingga memotivasi untuk mengembangkan kegiatan.

 

Salah satu contoh yang diperoleh oleh Kelompok Tani Usaha Maju II dari Malang sebagai Penerima PE Prakarsa Tahun 2011 yaitu menerima bantuan CSR dari PT. Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Jawa Timur yang juga Penerima PE Pratama tahun 2013, untuk mengembangkan tiga unit biogas komunal sebesar Rp 88,5 juta. Selain itu, Puslitbangtek KEBTKE memberikan pelatihan teknis bagi para Penerima Penghargaan Energi berupa survey potensi dan cara menghitung besaran potensi, pembuatan panel control PLTMH sederhana, dan kunjungan ke workshop pembuat turbin PLTMH. Manfaat lain yang telah diterima para penerima Penghargaan Energi ataupun kisah suskesnya (lesson learn) dapat mengunjungi website www.penghargaanenergi.esdm.go.id. (ar/hs)